|
SEMILOKA LINIERITAS ERGONOMI Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar Bali Kamis, 21 April 2011 PENDAHULUAN Ergonomi adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dengan elemen-elemen dari sebuah sistem dan pekerjaan, yang menerapkan teori, data, dan metode untuk desain agar tercapai kesejahteraan dan kinerja yang optimal (International Ergonomics Association, IEA). Ergonomi secara nyata memberi dampak terhadap kehidupan manusia sehari-hari. Pendekatan dan evaluasi ergonomi banyak diaplikasikan dalam perancangan produk, fasilitas kerja, tempat kerja dan lingkungan kerja dengan tujuan untuk menambah efektivitas, efisiensi dan produktivitas kerja. Lebih penting lagi diaplikasikan untuk memperbaiki kenyamanan, keselamatan, kesehatan kerja, dan kesejahteraan. Ergonomi adalah bidang ilmu yang bersifat multidisiplin. Untuk dapat menerapkan ergonomi secara optimal, maka diperlukan keterlibatan berbagai disiplin ilmu seperti teknik, psikologi, kedokteran, pertanian, militer, ekonomi, dll. Dengan demikian ahli ergonomi bisa datang dari berbagai bidang profesi seperti ahli teknik, faal, psikolog, dokter dan lain sebagainya yang dapat mendiagnosis secara tepat masalah yang semakin kompleks. Misalnya ahli teknik dengan latar belakang ergonomi adalah ideal, karena mampu menganalisis alternatif desain untuk permesinan, proses, pemilihan peralatan, dan sampai pada solusi yang lebih baik. Demikian juga dengan bidang ilmu lainnya, ergonomi bersifat mempeluas horizon sehingga analisis dapat dilakukan secara komprehensif dan tuntas. Ergonomi sering diterapkan oleh kelompok kerja dimana anggotanya memiliki keahlian yang berbeda. Kelompok terdiri dari pekerja, para ahli dari berbagai bidang ilmu, dan manager yang dapat mengajukan solusi berupa desain baru. Secara sederhana ergonomi adalah ilmu yang menyesuaikan tempat kerja dengan pekerjanya. Pendekatan keilmuan yang digunakan adalah human-centered atau berorientasi kepada manusia. Karena itu, selama manusia masih berhubungan dengan dunia kerja atau berhubungan dengan mesin/peralatan kerja, selama itu pula ergonomi akan dipakai dan selalu dibutuhkan, baik oleh perusahaan maupun oleh dunia pendidikan. Namun belum semua pihak menyadari perannya dalam mengembangkan dan mengaplikasikan ergonomi, sehingga diperlukan suatu sosialisasi lebih lanjut secara lintas program dan lintas keilmuan. Perkembangan akhir-akhir ini adalah mengenai masalah linieritas, yang mengharuskan bidang ilmu yang dikembangkan harus serumpun, namun difinisinya juga masih belum jelas. Sehubungan dengan hal tersebut dipandang perlu untuk melaksanakan suatu semiloka mengenai linieritas ergonomi dengan berbagai disiplin ilmu yang ada. Semiloka ini bertujuan untuk menyampaikan dan menjelaskan prinsip ergonomi serta kaitannya dengan berbagai bidang studi, sehingga dapat memahami linieritas ergonomi pada berbagai disiplin ilmu. HASIL DAN PEMBAHASAN Teori dan aplikasi linieritas tidak sesuai lagi dengan tuntutan jaman dimana masalah yang dihadapi makin kompleks sifatnya, yang tidak bisa secara tuntas dipecahkan melalui satu disiplin ilmu. Pendekatan multi disiplin harus ditempuh dan perlu conditioning melalui proses. Nilai tambah ergonomi terhadap disiplin ilmu lain itu jelas, baik dalam bentuk memperlebar horizon keilmuan maupun dalam memecahkan masalah menjadi lebih tuntas. Tidak ada sama sekali hal-hal yang merugikan, dan justru bersinergi untuk memecahkan masalah yang semakin kompleks dan penuh ketidak pastian. Karakteristik disiplin yang menekankan model pendekatan sistemik, holistik, interdisipliner, dan partisipatori yang komprehensip-integral akan sangat efektif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang memiliki spektrum luas dari ranah mikro sampai ke makro. Perkembangan ergonomi di beberapa negara maju, telah diarahkan pada masalah yang lebih luas, seperti tekanan lingkungan, kognitif, dan psikomotor pekerja. Jelaslah bahwa ergonomi tidak fokus pada linieritas ilmu dan bahkan sudah berpikir masalah hybridkeilmuan. Perguruan tinggi seperti ITB dan ITS tidak atau belum ada membahas masalah linieritas. Hal ini mungkin karena semuanya sudah linier atau memang mereka tidak mempermasalahkan. Linieritas artinya membuat keadaan homogin, satu warna, satu kelompok, atau satu rumpun. Pada hal telah diketahui umum bahwa ergonomi adalah ilmu yang bersifat multi disiplin. Namun demikian linieritas harus disikapi dengan bijak dalam rangka kemajuan dan pengembangan pendidikan dan tidak bersifat kaku. Masalah linieritas harus dilihat dari konten keilmuannya dan bukan dari tempat dimana ilmu itu dipelajari. Disiplin ergonomi sebagai sumber keilmuan tanpa batas dan bebas berakumulasi dengan bidang ilmu lainnya. Ergonomi itu ibarat vektor bergerak kemana-mana dan menyebar, dan menjadi resultante dari arah semua disiplin ilmu. Dengan ergonomi akan memperkaya bidang ilmu asal, dan memperluas implementasi dan pengamalan bidang ilmu asalnya. Program Doktor dan Magister Ergonomi Universitas Udayana menyikapi linieritas dengan melibatkan para ahli dari bidang studi asal mahasiswa, baik sebagai promotor, kopromotor ataupun penguji sesuai dengan unsur bidang keilmuannya. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi perdebatan mengenai linieritas. PENUTUP Berdasarkan masukan dan diskusi yang muncul selama semiloka, maka dapat disimpulkan hasil sebagai berikut: A. Aspek Keilmuan 1. Berangkat dari dasar ilmu masing-masing, ilmu ergonomi memperkaya ilmu dasar, sehingga keilmuan menjadi diperluas. Ergonomi bersifat multi disiplin yang dapat dipergunakan untuk melakukan psikoanalisis dan memperluas keilmuan. Dengan demikian tamatan bidang studi ergonomi bisa mempergunakan ijazahnya untuk penilaian kenaikan jabatan fungsional dosen dengan angka kredit penuh. 2. Pertimbangan linieritas harus dilihat dari konten keilmuannya dan bukan dari tempat dimana ilmu itu dipelajari. B. Aspek Administrasi 1. Untuk menjamin adanya relevansi antara bidang studi yang sedang atau akan ditempuh dengan bidang studi asal mahasiswa, maka harus melibatkan para ahli dari bidang studi asal mahasiswa, baik sebagai promotor, kopromotor, pemberi kuliah MKPD, ataupun penguji, sesuai unsur bidang keilmuannya. 2. Pengelola mempersiapkan bidang konsentrasi ergonomi, sehingga ijazah yang diperoleh berisikan Program Doktor/Magister Ilmu Kedokteran dengan Konsentrasi Ergonomi, melalui SK Rektor. Denpasar, 4 Mei 2011 Program Magister Ergonomi-Fisiologi Kerja Universitas Udayana Ketua, Prof. dr. I D. P. Sutjana, M.Erg NIP 19470704 197903 1 001 REFERENSI Adiputra, N. 2011. Pendekatan Ergonomi untuk Menunjang Ilmu Kesehatan. Disampaikan pada Semiloka Linieritas Ergonomi. Denpasar: 21 April 2011 Dirjen Dikti. 2009. Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar. Helander, M. 1995. A Guide to the Ergonomics of Manufacturing. Taylor & Francis Manuaba, A. 2011. Linieritas Ergonomi. Disampaikan pada Semiloka Linieritas Ergonomi. Denpasar: 21 April 2011 Suparman. 2011. Sosialisasi Angka Kredit untuk Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen. Available from: http://prasetya.ub.ac.id/berita/Sosialisasi-Angka-Kredit-Untuk-Kenaikan-Jabatan-Fungsional-Dosen-2499-id.html. Accessed, Apr 14, 2011 Sutalaksana, I.Z. 2011. Aplikasi Ergonomi dalam Rekayasa Desain. Disampaikan pada Semiloka Linieritas Ergonomi. Denpasar: 21 April 2011 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14. 2005. Tentang Guru dan Dosen. Wignjosoebroto, S. 2011. Ergonomi Industri dalam Pendidikan Terintegrasi: Pendekatan Ergonomi Menjawab Problematika Industri. Disampaikan pada Semiloka Linieritas Ergonomi. Denpasar: 21 April 2011 Yassierli. 2009. Riset Ergonomi Indonesia Masih Mengupas Masalah Fisik, padahal Bisa lebih Luas Lagi. Workshop Riset Ergonomi Industri. FTI-UII. 14 Maret 2009. |